Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2010

APAKAH SUDAH MENJADI TRADISI MASYARAKAT INDONESIA, BERZIARAH KE MAKAM SEBELUAM PUASA DAN SESUDAH SALAT IDUL FITRI ?

Ziarah ke makam keluarga menjelang puasa dan sesudah menunaikan salat id fitri, apakah sudah merupakan tradisi masyarakat indonesia ?

Karena keluarga gw juga melakukan hal demikian.
Sesudah menunaikan salat id, kami sekeluarga langsung berziarah ke makam nenek.

Apakah di tempat agan-agan juga melakukan hal yang sama ?

Selain kami, banyak juga kok peziarah yang lain..










--------------------------------------------------------------------------------------------------

Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat

ACARA SILATURAHMI ALUMNI SMP NEGERI 42 PALEMBANG ANGKATAN 2005/2006

Lebaran tahun ini, kami sendiri ga punya rencana yang spesial..

Gw dan saiful hanya brencana(tapi itu ide
Gw) untuk silaturahmi pada lebaran kedua ke rumah teman-teman SMP. Rencana ini sudah kami pikirkan 3 hari sebelum lebaran.

Mulailah gw dan saiful pergi ke rumah teman-teman..

Pertama, kami bersilaturahmi ke rumah fery, terus ke rumah padli, dan yang terakhir ke rumah Hasan.
Tapi hasan nya ga ada di rumah.. Cuma ada ibunya.
Kami tetap dipersilahkan masuk dan ga berapa lama. Hasan datang dan kami pun ikut kerumah madon, katanya sech anak alumni SMP N 42 angkatan 05/06 lagi kumpul di sana.

Mulai dari situ.. Kami beramai-ramai, mengunjungi dari satu rumah ke rumah lain...

Gw sendiri pulang ke rumah pukul 20.00 wib ..

Sungguh hari yang melalelahkan.. Tetapi semua itu terbayarkan dengan rasa bahagia bisa berkumpul kembali..

Semoga ada acara kumpul lagi seperti ini, sehingga rasa kekeluargaan kita semakin kuat dan kompak..

SELALU KOMPAK ALUMNI SMP NEGERI 42 PALEMBANG ANGKATAN 2005/2006 DAN JAYALAH TERUS.
























--------------------------------------------------------------------------------------------------

Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat

Rabu, 01 September 2010

[KISAH NYATA - RENUNGAN] MBAH MANGUN SANG PENJUAL KENTONGAN

Adalah seorang "Mbah Mangun", si penjual kentongan di pojokan jalan stadion Kridango Salatiga.
Hari Senin gw lewat, terlihat kentongan yang masih berwarna hijau segar (mungkin barusan dibuat sama mbah). Selasa.. Rabu.. Kamis.. Jumat-nya gw lewat, masih ada kentongan yang sudah berwarna coklat berlumut kehijau-hijauan karena terpapar panas dan hujan.. (Gw pikir: Gila, sudah hampir seminggu g ada yangg laku...) Hari Sabtu gw coba berhenti dan nanya tu harga kentongan brapa duit (padahal juga gw g butuh kentongan..) dan si mbah sedang duduk di trotoar sambil komat-kamit mulut-nya (gw rasa dia sedang berdoa, berdzikir gitu, karena sambil pegang gelang tasbih kecil yg udh butut)


Kira-kira begini isi percakapan antara gw dengan mbah :

Gw : Mbah, harga kentongan 1 biji nya berapa ?
Mbah : Silakan, ada banyak, silakan dipilih.. (kok ga nyambung ya pikir gw)
Gw : (mengulang lagi) Mbah, harganya berapa?
Mbah : Ooh iya, memang udah agak lumutan, nanti mbah bersihin bisa kok.. (waw, udah rada ga jelas ni pendengaran-nya)
Gw : (dengan suara sedikit keras dan coba mendekatinya) Mbah, rumahnya dimana?
Mbah : (bangkit berdiri dengan susah payah dan mengajak gw salaman) Oooh, di daerah Jaten (red: Jaten itu kira2 5-6 km dari TKP)
Gw : (membalas salaman dari si mbah.. ternyata seluruh badan-nya gemetaran..), Harga kentongan berapa mbah? (sambil tetep rada kenceng ngomongnya...)
Mbah : 1 biji 5 ribu saja, masih boleh ditawar kok..
Gw : (masih penasaran saja) Mbah dari rumah naik apa kesini?
Mbah : Ya naik angkot kalau ada uang, kalau ga ada, ya jalan kaki.. soalnya 1x jalan 4 ribu kalo naik angkot.. (Gila, gw jalan 1 km saja sudah ngos-ngosan..)
Gw : Ya sudah mbah, saya ambil kentongan-nya 2 ya.. (sambil serahin duit 10rb, tapi kentongan ga gw ambil.. berasa kasian aja gitu..
Mbah : Lho, ini kentongan kok ga diambil ?, jangan gitu, mbah jual barang ya silahkan diambil barangnya.
Gw : (rada malu juga nih..) Ya sudah mbah, nanti gw ajak temen buat ambil kentongannya, nitip dulu disini dech, susah kalau bawa sendiri (gw bohong karena memang ga mau ambil kentongannya)
Mbah : ya sudah, mbah tunggu ya.. beneran lho nanti diambil.. biasanya mbah sampai jam 3 sore disini..
Gw : baik mbah, permisi dulu ya mbah.. (gw berlalu dan sedikit puas karena bisa "bohongin" tu mbah dan ga ambil kentongannya..) Sampai sore harinya, sekitar jam 5-an, gw lewat lagi jalan itu.. Eeeh.. si mbah masih ada disitu.. gw berasa aneh saja, karena dia bilang kan sampai jam 3 biasa sudah pulang.. Akhirnya gw berhenti juga karena penasaran..

Gw : Lho mbah, kok belum pulang?
Mbah : Nah ini dia, ditungguin dari tadi kok ga dateng.. ini kentongan-nya diambil ya..
Gw : Jadi mbah nungguin saya ambil kentongan ?
Mbah : Lha iya.. kan tadi katanya mau ambil kentongan.. kalo mbah tinggal pulang kan sama saja mbah bohong..

Ane bener2 speechless.. kaga tau musti ngomong apaan.. dada gw nyesek abis.. nyesel abis-abisan karena tadi siang "bohongin" si mbah.. Tanpa bisa ngomong apa-apa, gw mutusin untuk mengantar si mbah pulang..
Gw : ya udah mbah, gw ambil kentongannya.. sekalian gw anter mbah pulang deh..
Mbah : wah, ga usah.. jauh lho.. jam segini mungkin masih ada angkot kok.. tadi kan dapat uang 10 ribu, bisa buat naik angkot pulang nanti.. (Makin nahan nangis saja gw dengar perkataanya mbah..)
Akhirnya dengan beberapa "ngeyel" berikutnya, gw berhasil bujuk si mbah untuk gw antar pulang ke rumahnya.. dan si mbah masih maksa gw untuk bawa 2 kentongan itu.. Setelah sampai di rumahnya, gw terpana liat rumahnya.. yang benar-benar di luar bayangan gw.. (sayang gw ga ambil foto rumahnya
Pas gw antar mbah itu pulang, rumahnya kosong, katanya sech istri dan 1 anaknya (cewek) ada tinggal disitu juga. Tapi mbah bilang dia tinggal disitu tuch cuma "numpang tidur". Istri dan anaknya sudah ga menghiraukan mbah lagi, dikasih makan juga ga, makanya si mbah tiap hari nongkrong jualan kentongan itu di pinggir jalan. Dan lebih ironis lagi, istri nya sejak dulu itu sukanya (maaf) "jual diri".. dan sekarang anaknya yang cewek itu juga gitu..


Saat pamitan, gw kasih salam lagi (tangan kanan salaman, tangan kiri gw pegang lengan atas si mbah biar terkesan salam hangat).. Eeh, si mbah kok meringis kesakitan, dan badannya bergetar makin kencang.. Ternyata dulu mbah pernah ditabrak motor, dan lengan kiri-nya pernah patah tapi ga pernah dirawat di Rumah Sakit, bagian pinggul juga agak retak sehingga untuk berdiri saja, si mbah sudah bergetar habis-habisan gitu..

Nah, sampe disini kisahnya mbah Mangun. Agan sekalian mari kita introspeksi bersama..
betapa mudahnya kita "buang" duit 10 ribu, buat beli rokok, buat makan "mewah", buat ini.. buat itu.. Di sisi lain kehidupan kita, masih ada juga orang-orang yang buat berdiri, buat jalan, bahkan buat ngomong aja udah susah di sisa hidupnya yang sudah ditelan kerentaan..
So, buat gw, kalau ada yg bilang : "Apa yg anda bisa berikan untuk negara ini?" atau "Mau diingat sebagai apakah anda?" atau "Salam SUPER..".. gw cuma bisa bilang WTF ??? what kind of BS...? "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara"... another kind of BS... gw sertakan gambar kecil dari si mbah di pinggir jalan, maaf kalo ga clear image nya, gw cuma ambil seadanya pake hp gw yang butut.. tapi gambaran tentang si mbah semoga masuk di relung batin kita semua..






Amin...


Mohon maaf kalau ada kata-kata gw yang salah.. gw cuma sekedar sharing.. menggambarkan kenyataan yang terjadi di sekitar kita yang kadang kita jarang peduli, jarang mengerti, atau bahkan jarang tahu sama sekali..



Catatan :

Bagi agan-agan or sista-sista yang rumahnya di sekitaran Salatiga, silahkan buat janjian ketemuan guna mengumpulkan dana untuk sedikit meringankan beban mbah Mangun.

Kisah ini gw dapatkan dari forum kaskus.. Bagi yang ingin ketemu dengan penulis cerita ini dan buat menyumbangkan sedikit uang untuk mbah mangun.. Agan-agan bisa kirim pesan ke id kaskus nya..
Bagi yang di luar daerah juga boleh kok.

Ni id kaskus nya : ronald_96






--------------------------------------------------------------------------------------------------

Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat

Rabu, 25 Agustus 2010

UNTUK APA MEMBACA AL-QURAN ???

Disini ada kisah inspiratif yang sangat sayang untuk dilewatkan. Untuk apa kita membaca Al-Quran. Semoga kisah yang saya dapat dari facebook ini bisa bermanfaat.


Tersebutlah seorang kakek dan cucunya di belahan bumi bagian barat: Amerika. Keduanya adalah seorang muslim. Setiap pagi, tanpa terkecuali, sang kakek duduk di kursinya di depan perapian dan dengan syahdu melantunkan ayat-ayat Al-Quran. Didesak rasa ingin tahunya, sang cucu bertanya, "Mengapa Kakek selalu membaca Al-Quran? Rutin, setiap pagi?" Ternyata, menurut sang cucu, sulit untuk memahami kandungan ayat-ayat Al-Quran tersebut, pun setelah membaca terjemahannya. "Mengapa memaksakan diri membaca sesuatu yang tidak kita mengerti?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang kakek terdiam. Alih-alih menjawab, sang kakek malah menyuruh sang cucu untuk mengambil keranjang rotan tempat arang dari perapian. Sang kakek menyuruh cucunya untuk mengambil air di sungai dekat rumah mereka menggunakan keranjang hitam legam bekas tempat arang tersebut.

Walaupun sama sekali tidak mengerti dan sedikit merasa tidak puas karena pertanyaannya tidak dijawab, sang cucu menurut. Ia berjalan menuju sungai dan mengambil air dengan keranjang tersebut. Namun air tak pernah terkumpul dalam keranjang: keranjang tersebut terbuat dari rotan dan dengan mudahnya air yang masuk merembes keluar.

Sang cucu memberitahukan hal tersebut kepada kakeknya, mustahil untuk mengambil air menggunakan keranjang rotan tersebut. Sang kakek menyuruhnya mencoba lagi. Dengan patuh, sang cucu kembali ke sungai dan menciduk airnya dengan keranjang tersebut. Dapat ditebak: air pun dengan cepat merembes keluar. Berpikir keras, sang cucu memutuskan untuk berlari sambil membawa keranjang berisi air tersebut. Mungkin saja setibanya di rumah masih ada air yang tersisa di keranjangnya.

Namun tetap saja keranjang tersebut sudah kosong ketika sang cucu mencapai rumahnya. Airnya sudah tercecer keluar sepanjang perjalanannya. Tidak menerima kegagalan, sang kakek tetap menyuruh sang cucu untuk kembali ke sungai dan mengambil air dengan keranjang rotan tersebut.

Berkali-kali sang cucu berlari dari sungai menuju rumahnya sambil membawa keranjang berisi air tersebut. Setiap kali ia menambah kecepatannya. Namun hasilnya tetap sama: air sungai tersebut tak pernah sampai ke rumahnya, ke hadapan kakeknya. Terengah-engah, sang cucu akhirnya berkata pada kakeknya bahwa benar-benar mustahil mengambil air dengan keranjang rotan tersebut.

Demi mendengar pernyataan cucunya, sang kakek tersenyum. Ia mengajak cucunya mendekat. Lalu berkata,"Begitulah cucuku. Maaf membuatmu lelah. Memang tidak ada air yang sampai kesini. Tapi lihatlah, adakah perubahan yang dapat kau lihat pada keranjang tersebut?" Sang cucu memperhatikan keranjang yang sedari tadi dibawanya untuk pertama kali. Benarlah, ia memang tidak menyadarinya sebelumnya karena terlalu berkonsentrasi memikirkan cara bagaimana membawa air dengan keranjang tersebut, tapi keranjang yang tadinya hitam legam karena arang tersebut sekarang bersih, berwarna seasli rotan sebagai bahan pembuatnya.

"Seperti itulah membaca Al-Quran," ucap sang kakek. "Mungkin saat ini kita belum paham artinya, belum mengerti pengamalannya. Tapi tanpa kita sadari, ayat-ayat yang setiap saat kita lantunkan tersebut membuat hati kita bersih dari noda-noda kehidupan, dari buruknya sifat-sifat makhluk fana yang mungkin bersemayam dalam hati kita. Sering-seringlah membaca Al-Quran cucuku, sebagai alat pembersih hati," sang kakek tersenyum menutup wejangannya.

Sang cucu masih terduduk lelah dengan nafas sedikit terengah-engah, namun ia mengangguk paham. Rasa ingin tahunya terpuaskan, ia dapat sesuatu yang berharga hari itu.



--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 06 Agustus 2010

[KISAH NYATA] ALLAH ITU MAHA MENDENGAR DAN MAHA PENGABUL BAGI HAMBANYA YANG TIDAK PERNAH BOSAN BERDO'A DAN BERIKTIAR SERTA MEMOHON RIDO' -NYA

Sungguh suatu kejaiban atau disebet ilham(apapun itu). Bukti nyata atas kebesaran ALLAH SWT . memang benar sekali, ALLAH itu maha kuasa, maha mendengar , maha pengabul dan maha segalanya. Betapa tidak, gw sendiri pernah merasakan sekaligus mengalami atas kebesran ALLAH SWT. Mungkin agan or sista sekalian, pernah juga mengalami kejadian yang sama dengan gw, ataupun mungkin lebih dari gw. Yang jelas, gw ingin berbagi cerita kepada agan-agan dan sista-sista sekalian. Betapa ALLAH itu maha mendengar dan maha pengabul bagi hambanya yang tidak pernah bosan berdo’a dan memohon rido’-Nya.



Kejadian ini gw alami, ketika gw mau masuk perguruan tinggi. Ketika itu, gw udah pasrah, apakah gw bias diterima oleh perguruan tinggi negeri tersebut pasalnya, gw sendiri sudah banyak lupa akan pelajaran SMA dulu, mengingat, sesudah lulus SMA, gw g langsung melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan seperti teman-taman SMA gw kebanyakan. Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara, gw memilih untuk bekerja dulu, walau dengan tamatan SMA dan kemampuan pas-pasan.



Setelah dua tahun berlalu, gw merasa ada yang kurang dalam hidup. Yach.. itu jelas pendidikan… teman-teman ku sudah pada semester empat. Timbul keinginan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.



Mulailah gw mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di kota gw.

Ada rasa sedikit pesimis yang terlintas di benak. Sudah dua tahun lebih gw g belajar lagi.. apakah mungkin, gw bias lulus masuk PTN. Sedangkan pendaftar PTN tahun ini, didominasi oleh lulusan Tahun ini juga yang barang tentu, otak-otak dan fikiran mereka masih sagat fresh. Lalu, gw ingat kata-kata bijak guruku, bahwa factor keberhasilan itu adalah



99% = Do’a dan,

1% = Usaha atau ikhtiar



Mengingat perkataan guru ku, gw sedikit lega dan memasrahkan segalanya kepada ALLAH SWT.

Seminggu sebelum Ujian masuk PTN dimulai, gw belajar dengan tekun, seta diiringi dengan ibadah + salat malam. Namun, ketika besok akan ulangan, gw menghentikan rutinitas salat malam gw (takut mngantuk pada saat ulangan).



Ulangan tersebut berlangsung selama dua hari yang terdiri dari tiga mata ujian, yang masing-masih test terdiri dari 100 soal. Total soal 300. pda saat mengerjakan soal, gw bingung mau menjawab apa, tapi alhamdulillah, terkadang ada saja jawaban yang terlintas di pikiran. Entah itu jawaban dari mana (yang jelas gw g berbuat curang seperti mencontek).



Setelah semua ujian selesai gw kerjakan, tibanya untuk menunggu hasil ujian tadi. Hasil ujian tadi akan diumumkan seminggu setelah berlangsunggnya ujian tersebut. Sembari menunggu hasil ujian tesebut, gw tidak henti berdo’a dan tekun salat malam..



Dan ketika besok pagi hasil ujian tersebuat akan di umumkan. Sorenya, ketika gw selesai menunaikan ibadah salat magrib dan ingin berdo’a seraya mengangkatkan kedua belah tangan. Secara tiba-tiba dan tanpa ada unsur imajinasi gw. Terlintas sebuah bayangan yang lebih tepatnya seperti sebuah video yang memperlihatkan kejadian besok. Di dalam video itu, gw melihat. Ada sebuah gedung putih dan ada segkumpulan remaja laki-laki dan perempuan yang sedang berdesak-desakan yang sepertinya sedang melihat pengumuman kelulusan karena tepat di depan sekumpulan remaja tersebut, terpajang beberapa lembar kertas pengumuman yang ditempelkan di dinding gedung. Di antara sekumpulan itu, terdapat laki-laki mengenakan baju kemeja kotak-kotak yang juga sedang melihat pengumuman tersebut. Sedangkan gw sendiri di dalam video itu, sedang mengunakan pakain kemeja hijau kotak-kotak dan celana panjang warna ungu. Di dalam video itu, gw menyapa laki-laki yang mengenakan pakaian kotak-kotak tadi dan bertanaya kepadanya tentang pengumuman tersebut, tampak remaja laki-laki tersebut mempersilahkan wg untuk melihat langsung hasil pengumuman. Setelah gw teliti, gw melihat ada nama gw tepat di tengah di antara mahasisiwa lain yang lulus juga.



Setelah diperlihatkan video yang menkjubkan tersebut.. gw langung bayak berdo’a, semoga kejadian tersebut, benar-benar terjadi besok.. sengaja gw tidak menceritakannya kepada ortu.



Keesokan harinya, gw pergi ke PTN tersebut. Dengan perasaan yang campur aduk tapi tetap gw imbangi dengan do’a di sepanjang perjalanan. Setba di kampus, gw langsung mencari tempat pengumuman. Dengan sangat jelas, gw melihat ada bangunnan gedung yang di dindingnya terdapat tempelan beberapa lembar pengumuman hasil ujian dan tidak lupa ada sekelompok remaja laki-laki dan perempuan yang sedang melihat hasil ujian. Ketika gw mencoba mendekat, di samping gw sudah ada remaja laki-laki yang mengenakan pakaian kemeja kotak-kotak persis seperti gambaran gw ketika salat magrib dan laki-laki itu mempersilahkan gw untuk melihat langsung pengumuman tersebut. Setelah lama diteliti, gw melihat dengan jelas, ada nama gw terpampang di antara calon mahasiswa lain yang dinyatakan lulus. Nama gw tepat berada di tengah-tengah. Alhamdulillah, gw langsung mendapatkan pilihan fakultas pertama yang gw inginkan.



Sungguh, gambaran seperti video yang gw alami kemarin sore, benar-benar tejadi.

Dengan sedikit gemetaran, gw bersyukur kepada ALLAH SWT. Sepulang dari itu, malamnya gw kerjakan salat malam, guna bersyukur kepada ALLAH SWT. Jangan lupa akan bantuan-Nya. Ketika kita susah maka berpintalah(berdo’a) kepada-Nya dan ketika kita senang bersyukur lah kepada-Nya juga..





--------------------------------------------------------------------------------------------------


Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com



Penulis: Adi hidayat

Kamis, 08 Juli 2010

KISAH NYATA, BERTEMU DENGAN POCONG NENEK

Cerita ini berawal ketika gw masih kelas 1 SMP. Sungguh pengalaman ini takkan terlupakan. Betapa tidak. Untuk pertama kalinya gw melihat langsung apa yang disebut orang “POCONG

Jam dinding kala itu menunjukkan pukul 22.00 WIB . Kami sekeluarga masih berbincang-bincang. Rasa kantuk yang menyerang seperti angin lalu, karena saking asyik nya kami berbicara. Lelucon yang dilemparkan oleh adik ku terasa menambah semangat kami untuk melanjutkan perbincangan.

“Tok, tok, Tok” terdengar seperti ada seseorang yang mengetuk pintu rumah kami. Seketika kami menghentikan pembicaraan. Adikku segera membukakan pintu, ingin tahu entah siapa yang datang malam-malam begini.

Setelah dibuka. Kami baru tahu, kalau yang bertamu selarut ini adalah kakek. Sepertinya kakek datang dengan tegesa-gesa. Itu bisa dilihat dari muka dan badannya yang berkeringat. Tanpa berbasa-basi, kakek menceritakan maksud kedatangannya. Rupanya kakek mengabarkan bahwa, nenek masuk rumah sakit dan di opname di sana. Sentak suasana menjadi panik. Mama yang pada saat itu ingin langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk membesukknya, tetapi di halangi oleh kakek dengan alasan sudah larut malam. Sepulang kakek dari rumah, kami menjadi tidak tenang, betapa tidak, kami di rumah enak-enakan sedangkan nenek terbaring di rumah sakit. Kami hanya bisa berdo’a agar nenek lekas sembuh.

Subuh menjelang, gw terbagung seketika, kala mendengar azan subuh tiba, jujur, gw sendiri g bisa tidur nyenyak. Pagi itu, lagit tak begitu cerah, gw sendiri merasakan perasaan yang tidak enak. Tapi gw tepis rasa itu jauh-jauh. Aku berinisiatif untuk tidak masuk sekolah hari itu. Pada pukul 8.00 pagi, kakek dapat telepon kalau nenek sedang menjalani perawatan, dokter mendapati adanya cairan hitam yang berada di dalam lambung nenek.

Sepanjang pagi itu, kami sekeluarga tidak henti-hentinya memanjatkan do’a kepada ALLAH SWT agar nenek di beri kesehatan. Namun takdir berkata lain. Segala sesuatu yang di ciptakan tidak ada yang kekal dan segala sesuatu yang bernyawa pasti akan kembali dan menghadap kepada sang pencipta. Pukul 10.00 wib, kami mendapat berita bahwa nenek “SUDAH TIADA”.

Isak tangis pecak seketika, kala kami mendengar berita duka itu. Kakek yang selama ini tegar dalam meghadapi berbagai masalah namapak tak dapat mnyembunyikan raut wajah yang sangat sedih akan kehilangan istri tercinta. Selang dua jam kemudian, terdengar suara mobil ambulan. Mobil ambulan itu datang membawa, jenazah nenek. Tangis dan do’a mengiringi kedatangan jenazah nenek ke rumah duka. nenek yang selama ini baik dan penyayang kepada semua orang terlebih kepada cucu-cucunya. Para tetangga pun tidak ada yang merasa dirugikan semasa nenek masih hidup, tak hanya kami. Bahkan para tetangga pun merasa sangat kehilangan akan kepergian nenek.

Beberapa jam kemudian, datang lah seorang perempuan berpakaian sederhana. Sejenak ku pandang, siapa wanita ini. Sepertinya dia berusaha mendekati jenazah. Rupanya itu orang yang akan memandikan jenazah nenek yang memang sedari tadi telah ditelepon kakek.
Setelah dimandikan. Kami para keluarga termasuk juga cucu-cucu nenek. Bergantian mencium pipi nenek yang akan segera di kebumikan. Ketika giliran ku. Gw merasa agak takut tapi semua itu ku tepis, mengingat jenazah tersebut adalah nenek ku sundiri. Terasa sangat dingin pipi nenek. Bagai mencium sebuah balok es.

Sekitar pukul 14.00 wib. Jenazah nenek dibawa ke masjid untuk disolatkan. Setelah disolatkan. Gw turut ikut mengantarkan jenazah nenek ke liang kubur sedangkan anak perempuan dilarang untuk ikut.

Selang tiga hari meniggalnya nenek, tepatnya malam pukul 22.00 wib. Gw dan mama bermaksud untuk tidur di rumah kakek, supaya kakek tidak merasa kehilangan berat atas meniggalnya nenek. Tidak hanya kami yang bermalam di sana. Semua anak nenek dan cucu-cucunya juga bermalam di rumah kakek.

Mama ku bermaksu untuk pergi bersama menuju rumah kakek, tapi kala itu, gw masik asik-asiknya bermain. Kesal mama tidak berhasil membujuikku, akhirnya mama pergi sendirian. Selang beberapa lama, akhirnya gw menyusul mama yang sudah duluan pergi ke rumah kakek. Jarak antara rumah kami dan rumah kakek tidak begitu jauh, hanya di pisahkan oleh beberapa ruko.


Ketika, gw hendak masuk lorong atau gang, tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri. Kok tersa merinding begini. Ditambah suasana yang sepi dan sunyi. Mengingat waktu itu sudah lewat pukul 23.30 wib. Tiba-tiba, gw dikejutkan sesosok makhluk berpakaian putih dan kepalanya berkuncir yang keluar dari gang kecil yang ada di dalam lorong itu. Sangat jelas terlihat itu adalah POCONG. Tersentak gw taget bercampur takut yang teramat sangat, betapa tidak. Mata pocong itu berwarna merah menyala dan melayang satu kilan atau lima jari dari tanah, tetapi Setelah diperhatikan lebih seksama, POCONG tersebut adalah nenek. Ketika gw tahu kalau itu adalah dia. Perasaan takut ku menjadi sirna. Jarak antara gw dan POCONG tersebut sekita 2 meter. Segera ku gerakkan kaki ku guna menarik POCONG tersebut. Tapi kaki ku terasa sangat berat bagai membawa beban yang sangat berat. Ketika tangan ku sedikit lagi akan menyentuk kain POCONG tersebut. POCONG tersebut masik lagi ke gang kecil tadi tempat dia keluar. Gw menoleh ke tempat POCONG tersebut menghilang tetapi hasil nya nihil. POCONG tersebut benar-benar hilang. Tak sadar gw menolehkan pandangan ke belakan dan tiba-tiba. Pandangan ku di kejutkan oleh POCONG tadi yang sedang berdiri tepat di samping gapura. Ketika gw ingin menoleh untuk kedua kalinya. POCONG tersebut telah menghilang. Yang gw rasakan ketika itu adalah rasa takut yang bercampur kesal karea gagal memegang POCONG tersebut. Dengan perasaan kacau bercampur aduk. Gw lanjutkan untuk pergi ke rumah kakek. Sesampai di rumah kakek, gw g menceritakan kejadian yang barusan gw alami tadi. Kitika mw tidur, tiba-tiba jendela yang sedari tadi terkunci rapat, tiba-tiba terbuka sendiri. Dari jendela ang terbuaka itu, datang lah angin yang cukup kencang, tapi heran kenapa kakek g terbagung dari tidur padahal suara jendela lumayan keras menghempas. Dengan perasan takut, gw g berani sama sekali membukakan mata. Lama-kelamaan angin itu meyapu kulit ku dan lama-kelamaan terasa seperti usapan sebuah tangan yang lembut halus nan dingin. Tepai gw g bergeming. Gw tetap mememjamkan mata. Sampai akhirnya gw tertidur. Keesokan harinya, gw sakit.. mungkin disebabkan rasa takut yang teramat sangat. Dan akhirnya gw menceritakan seluruh kejadian yang gw alamin semalam ke keluarga besar. Mereka terkejut dan menasehati ku agar tidak pergi sendirian dan mendenagrkan perkataan orang tua.
Hari itu teringat jelas, hari jum’at., sebagai kewajiban seorang muslim, apalagi seorang laki-laki, menunaikan salat jum’at. Dalam kotbah jum’at itu. Sang khotib menjelaskan bahwa sesungguhnya, manusia itu ketika lahir ke dunia telah di dampingi malaikat dan jin. Jin pada manusia disebut Qarin atau jin Qarin. Jin Qarin inilah yang senantiasa menimbulkan fitnah ketika seseorang meninggal dan Qarin lah yang menjelma mejadi si-almarhum atau almarhumah. Sehingga masyarakat terkadang di kejutkan oleh arwah gentayangan, tetapi sebenarnya itu adalah tipu muslihat setan yang nyata, jelas Khatib. Hanya baginda Rasul MUHAMMAD SAW yang qarinnya di taklukkan ALLAH SWT.

Mendengar penjelasan khotbah tersebut, gw kepikiran akan peritiwa yang gw sempat alami beberapa waktu yang lalu.. ternyata, POCONG yang gw lihat kemarin adalah Qarin yang ingin menimbulkan fitnah besar.


Malamnya, gw bermimpi . di dalam mimpi itu, gw naik delman, di atas delman tersebut, gw bertemu dengan nenek yang rupanya belia. Seperti nenek kembali muda. Gw inet baged, ketikan dalam mimpi tersebut. Gw naik delman dengan nenek sambil mengitari taman bunga yang sangat indah. Gw sendiri belum pernah melihat taman bunga seindah itu. Di setiap jengkal jlan juga terdapat pohon yang buahnya beraneka ragam. Harum wangi menyeruak menusuk hidung. Wanginya lembut dan menyejukkan qalbu.. sungguh, tiada banding wangi seperti ini. Sembari mengelilingi taman denagn memggunakan delman. Gw berbincang-bincang dengan nenek. Salah satu pertanyaan yang gw ajukan ke nenek adalah kok bisa nenek kembali muda. Seperti wanita berusia 22 tahun padahal nenek berusia 63 tahun, tetapi nenek membalas pertanyaan gw dengan senyuman.

Bukan sekali itu saja gw mimpi bertemu dengan nenek. Pernah gw bermimpi tidur di pangkuan nya. Terasa sekali keitka itu nenek bercerita dan bersalawat kepada ku sembari kepalaku rebah di atas pangkuannya... disetiap mimpi bertemu nenek. Tidak ada yang buruk.

Gw berkesimpulan, nenek sudah tenang di alam sana dan di tempatkan di sisi ALLAH SWT yang di rido-i.


Amin.



--------------------------------------------------------------------------------------------------



Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat

Minggu, 04 Juli 2010

SEBUAH PEMBERIAN SEBAGAI UCAPAN TERIMA KASIH DARI NUR SHIVA ( SEORANG ANAK PUTERI RAJA DARI KERAJAAN SRIWIJAYA - PALEMBANG )

Ini lanjutan ceriata dari "KISAH CINTA DUA DUNIA (TERLALU CEPAT MENCINTAI MU)"

Bagi, agan atau sis yang belum membaca postingan terkait sebelum nya, silahkan >>KLIK DI SINI<< .

Di cerita sebelum nya, gw sudah menceritakan tentang kisah pertemuan antara gw dengan Nur Shiva (anak seorang raja dari kerajaan Sriwijaya).



Usut punya usut, yang pernah bertemu langsung dengan Nur Shiva hanyalah gw dan paman gw.

Pernah, gw bercerita dengan mama dan dia bertanya tentang siapa dan bagaimana rupa dari Nur Shiva karena mama ingin melihat nya.. Tapi gw bingung, bagaimana cara menunjukkan nya.. Pasti, hanyalah ALLAH SWT yang mampu memberikan jalan.



Pada suatu malam, gw bermimpi. Di dalam mimpi tersebut, gw bertemu dengan seorang laki-laki yang menyerupai teman gw.. Sebut saja namanya ariel. Entah mengapa, gw bisa tahu kalau sebenarnya, ariel itu bukan teman gw yang sebenarnya.



Dalam mimpi itu. Ariel berbicara kepada ku dan ingin mengajakku jalan-jalan keliling kerajaan. Begini percakapan antara gw dengan ariel ;



Gw : kita mau mulai dari mana ?

Ariel : itu terserah tuan mau mulai dari mana ...

Gw : ok, kalau begitu, kita mulai berkunjung ke kerajaan Sriwijaya..

Ariel : baik tuan ...



Setelah berbica, kami sepakat untuk melanjutkan perjalan ke kerajaan Sriwijaya. Saking tidak sabarannya, gw berjalan lebih cepat dari ariel, sehingga posisiku di depan sedangkan, ariel di belakang. Tiba-tiba, aku menabrak sebuah dinding dan dinding tersebut berusaha menyedot ku untuk masuk ke dalam nya (seperti nya lebih tepat dikatakan tabir dari pada dinding). Karena merasa terancam, gw berusaha untuk lepas dari hisapan tabir tersebut. Mulailah aku membaca istigfar secara berulang-ulang. Lama kelamaan mataku terbuka sedikit-demisedikit. Sembari melantunkan asma Allah.



Gw merasa tubuh ini terkunci tidak bisa bergerak. Tapi setiap kali gw melantunkan asma Allah, gw diperlihatkan beberapa kali lingkungan kerajaan Sriwijaya, yang kurasakan, suasana nya tenang dan asri tempat nya.. Sungguh seperti tempat-tempat yang ada di film kolosal, tetapi yang ini sungguh lebih indah dan sebenarnya, gw merasa hisapan tabir itu bukan lah suatu ancaman melainkan proses untuk masuk ke kerajaan tersebut. Tetapi gw merasa gugup sehingga lebih mengkhusyukkan dalam membaca asma Allah. Akhirnya, gw bisa terlepas dan terbangun sepenuh nya dari mimpi.. Gw sadar, itu sebenarnya bukan mimpi biasa, malah bisa dikatakan, itu adalah sebuah perjalan yang nyata. Betapa tidak, gw sangat bisa mengingat secara detail dari setiap perjalan tadi. Mulai darh tempat sampai percakapan antara gw dengan ariel.



Ketika gw terbangun. Jam menunjukkan pukul 4 subuh, gw bangun untuk ber siap-siap salat.

Setelah kejadian tersebut. Gw penasaran tentang mimpi itu.. Tp gw sendiri nggak mampu untuk memecahkan nya.





Minggu malam, kuputuskan untuk pergi ke rumah paman gw. Dengan maksud, supaya gw biasa tahu tentang kebenaran mimpi tersebut.



Paman ku bilang, kalau mimpi yang gw alami itu bukan lah mimpi biasa melainkan benar sebuah perjalanan gaib.. Terkejut gw mendengar nya. Pasalnya, nggak punya pengalaman tentang hal gaib.



Lanjut cerita, paman menjelaskan, bahwa ariel yang ada dalam mimpi itu adalah seorang punggawa kerajaan yang ingin mengajakku berkelilin ke daerah-daerah yang menjadi daerah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Salah nya, gw panik dan berusaha untuk keluar dari perjalan itu. Padahal tujuan punggawa itu baik dan tidak ingin mencelakai. Penguasa kerajaan Sriwijaya hanya ingin mengundangku sebagai tamu nya.

Pesan paman ku, apabila kejadian tersebut terulang kembali. Gw dipinta untuk tidak panik dan mengikuti saja alur dari perjalan dalam mimpi tersebut.



Tak terasa, jam dinding menujukkan pukul 10 malam.

Setelah mengetahui alasan sebenarnya. Gw pamit pulang.

Di sepanjang perjalanan. Gw berfikir. Apa maksud dan tujuan nya gw di undang datang ke kerajaan Sriwijaya. Padahal gw bukan keturunan asli ataupun keluarga dekat kerajaan. Tapi kenapa gw di undang ya? :bingung ..

Semua tanda tanya tersebut terkubur ketika gw merebahkan badan dan tertidur pulas setiba di rumah.

Tiga minggu kemudian.



Mama gw bermimpi. Di dalam mimpinya, dia melihat ada dua orang perempuan. Yang satu berumur sekitar 40 tahun dan yang satu lagi berumur belasan tahun sekitar 15 atau 16 tahun.



Wanita yang berumur 40 tahun berada tepat di belakang sebelah kanan mama gw, sedangkan. Wanita yang berumur 16 tahun tadi berada agak jauh di depan mama. Anak perempuan itu memakai jilbab berwarna merah, kulit nya putih. Bibir nya merah merekah.. Pokok nya, mama gw sangat mengagumi kecantikan anak perempuan tersebut. Seraya mama gw menggumam di di hati, siapa gerangan anak perempuan itu dan apa tujuan nya menemui ku.



Tiba-tiba, wanita yang berumur sekitar 40 tahun tadi Dengan logat dan bahasa Palembang, Berteriak dan menyuruh anak perempuan tadi untuk memberikan bungkusan yang di pegang nya kepada mama ku.

Begini kalau dalam bahasa Palembang,

"Nak, kasihkela bongkosan nyo, cepet !"

Memang benar, mama ku juga memperhatikan bungkusan kain berwarna hijau muda yang sedang di pegan nya. Tapi nampak nya. Anak perempuan itu malu-malu untuk menyerahkan bungkusan itu..

Lama-kelamaan, anak perempuan itu mendekat ke mama ku seraya berkata dengan sopan dan lemah lembut sambil tersenyum.



"bu, ini ambekla bungkusan ini, ini punya ibu" dalam bahasa indonesia ("bu ambil lah bungkusan ini, ini punya ibu").



Terlihat jelas, betapa cantik dan sopan santun nya anak perempuan ini.

Mama sangat terkesan akan kecantikan dan sopan santun yang di miliki oleh anak perempuan itu.

Setelah menerima bungkusan itu. Mama ku terbangun ketika itu, jam menunjukkan pukul 5 subuh.

Pagi nya, mama menceritakan mimpi yang dialaminya kepada gw. Karena gw awam dengan hal tersebut. Gw nggak bisa menjelaskan arti dari mimpi tersebut.



Seminggu kemuadian, paman bertamu ke rumah.

Di tengah pembicaraan, mama menceritakan ke paman tentang mimpi yang dialaminya. Setelah mendengar cerita dari mama. Paman berkonsentrasi dan berdoa. Tak lama kemudian. Paman menjelaskan, bahwa kedua wanita tersebut adalah Nur Shiva dan ibu nya Nur Shiva. Sedangkan bungkusan yang di berikan oleh Nur Shiva adalah sebuah tanda terima kasih kepada gw melalui perantara mama. Nur shiva bilang, Ucapan terima kasih ini karena gw pernah berziarah dan sering mengirimkan do'a untuk nya. Nur Shiva bilang, bungkusan yang di berikan nya, suatu hari akan menjadi kenyataan dan akan bermanfaat bagi kami sekeluarga..

Setelah mendengar, penjelasan.



Kami menjadi lega,.

Setelah paman pulang, timbul pertanyaan.. Apakah mungkin, perjalanan gaib gw kemarin di dalam mimpi, yang di temani oleh seorang punggawa kerajaan Sriwijaya bertujuan untuk bertemu dengan Nur Shiva dan menerima bungkusan tersebut, tetapi karena gw panik, akhirnya gw melawan dan keluar dari perjalanan.

Sedikit-demi sedikit gw jadi paham.. Bahwa Allah itu maha adil dan bijaksana. Segala sesuatu yang kita kerjakan akan mendapatkan balasan nya, termasuk gw yang sering mengirimkan do'a kepada Nur Shiva.

Pinta gw, supaya Nur Shiva hidup tenang di alam sana dan di tempat kan di sisi Allah yang di ridoi.





Amin..







-------------------------------------------------------------------------------------------------



Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.comPenulis: Adi hidayat

Minggu, 27 Juni 2010

SAHABAT KECIL KU, MASIH KAH KAU INGAT AKU....???

Kau jauh melangkah
Melewati batas waktu
Menjauh dariku
Akankah kita berjumpa kembali

Sahabat kecilku
Masihkah kau ingat aku
Saat kau lantunkan
Segala cita dan tujuan mulia

Tak ada satupun masa
Seindah saat kita bersama
Bermain-main hingga lupa waktu
Mungkinkah kita kan mengulangnya

Tiada tiada lagi tawamu
Yang selalu menemani segala sedihku
Tiada tiada lagi candamu
Yang selalu menghibur disaat ku lara

Bila malam tiba
Ku selalu mohonkan Tuhan
Menjaga jiwamu
Hingga suatu masa bertemu lagi

Tiada tiada lagi tawamu
Yang selalu menemani segala sedihku

Tiada tiada lagi candamu
Yang selalu menghibur disaat ku lara

Sahabat kecilku, masihkah kau ingat aku


--------------------------------------------------

Seperti lirik yang tertuang dalam bacaan di atas, entah mengapa, gw jadi ingat masa kecil, terutama teman-teman ku dulu.. Terlintas di benak, sedang apakah mereka sekarang dan dudah jadi apakah mereka..??

Sampai sekarang, aku masih mencari-cari, pada ke mana semua teman kecilku..
Gw sudah cari-cari di situs jejaring sosial, semisal facebook, friendster, twitter.. tapi hasilnya nihil... apa mereka sudah pada lupa..?? :bingung ...

yach sudahlah(kata bondan prakoso)... eits, tunggu dulu.. yang buat gw kepikiran ntu, ... teman cewek gw pas gw masih kecil (:najis) ... Gw jadi kepikiran sama : Bunga, Reni, Ayu, Lia, Nurul.. pada ke mana ntu orang. g ada kabarnya lagi..

ok lach.. bagi yang merasa namanya:

  1. Bunga
  2. Lia
  3. Reni
  4. Nurul
  5. Ayu

Harap hubungi gw ( yeee.. kayak anak hilang aja di cariin)...

Sekedar berbagi.. nech gw kasih link download lagu nya GITA GUTAWA - SAHABAT KECIL KU





--------------------------------------------------------------------------------------------------







Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat

Kamis, 29 April 2010

KISAH CINTA DUA DUNIA (TERLALU CEPAT MENCINTAI MU)

"Terlalu cepat ku menyayangi mu, tak cukup bercerita, namun terlanjur ku mencintai mu meski ku tak mengenal mu.
Hingga akhirnya ku terjebak dalam kesalahan ku untuk mencintai mu, hingga kini aku tak mampu untuk melepas diri ku dan melupakan mu"

Mungkin lirik lagu ini yang selalu berbisik di hati. Ya.. Akhir-akhir ini aku sering teringat tentang dia. Ku pikir itu cuma imajinasi ku saja, tapi lama-kelamaan sering kepikiran juga. Entah imajinasi atau perasaan rindu yang tak tersampaikan. Tidak ada yang bisa ku perbuat, hanya lantunan do'a yang bisa ku panjatkan buat putri yang mengisi hati ini. Semoga dia tenang di alam sana.

Kisah ini bermula,...
Kala itu q masih SMP kelas 3.
Masih senang-senang nya bermain. Apabila tugas pekerjaan sokalah telah selesai ku kerjakan, tiba saatnya untuk ku bermain. Sepeda kesayangan berwarna biru menjadi teman setia untuk bermain kerumah teman-teman ku.
Dari sekian banyak rumah teman yang aku kunjungi, ada satu rumah yang bila aku berkunjung kesana dengan segera aku ingin minta diantarkan kesebuah situs makam kerajaan Sriwijaya. Sering aku membaca riwayat tentang kerajaan yang satu ini dan sering pula guru menerangkannya. Walaupun sebenarnya waktu itu aku tidak terlalu suka dengan pelajaran sejarah bahkan cendrung membosankan, nilai untuk mata pelajaran sejarah ku saja cuma dapat nilai pas-pasan itu pun sudah di upayakan semaksimal mungkin. Ketimbang pelajaran yang berhubungan dengan hafal-menghafal, aku lebih suka dengan pelajaran menghitung. Terbukti dengan nilai pelajaran tentang berhitung ku jauh lebih besar ketimbang dengan yang lain.

Berulang-ulang guru ku menerangkan tentang kerajaan Sriwijaya. Mulai dari berdirinya kerajaan tersebut sampai berakhir masa kejayaannya. Berkali-kali diulang pelajaran tersebut, membuat pelajaran tesebut terngiang-ngiang dipikiran ku. Sehingga timbul rasa penasaran. Beribu pertanyaan berputar-putar di dalam kepala ini. Apakah benar yang dijelaskan oleh bu' guru karena aku cuma bisa tau informasinya dari buku. Kebetulan yang dulunya kerajaan sriwijaya sekarang merupakan tempat ku tinggal. Ya benar.. Kerajaan Sriwijaya berasal dari Palembang
Darussalam.

Hampir setiap minggu, aku sempatkan untuk berziarah ke makam kerajaan tersebut. Ditemani sobat kental ku, kami menuju ke arah pemakaman. Sengaja kami lewat dari arah belakang. Kata teman ku, dari arah belakang banyak pohon buah-buahan. Alhasil, sambil ziarah, kami memetik buah yang ada di areal pemakaman.
Ada rasa mual waktu pertama kali mencicipi buah yang pohonnya tertanam di areal pemakaman. Tapi aku teringat akan penjelasan yang ada di buku pelajaran biologi, bahwa cairan yang ada di buah sudah mengalami beribu-ribu kali penyaringan oleh serat pohon. Jadi nya, rasa mual ku sedikit berkurang mengingat penjelasan itu.
Sembari menikmati buah-buahan, teman ku menunjuk kesebuah bangunan besar. Bangunan itu seperti masjid berwarna putih dengan kubah hijau di atasnya. Dia menerangkan, bahwa di dalam bangunan tersebut terdapat makam para istri raja. Istri raja tersebut ada empat orang yaitu dari keturunan cina, melayu, jawa, dan palembang.
Sambil mendengarkan penjelaskan dari teman ku. Tak sengaja mata ku mengarah pada sebuah makam. Makam tersebut berada di dalam sebuah bangunan kecil yang terbuat dari kayu dan nampaknya bangunan tersebut pernah dijadikan rumah tempat tinggal dan sekarang sudah tidak berfungsi lagi lalu dijadikan tempat untuk pemakaman.
Ku arahkan langkah ku menuju makam tersebut, ketika aku melihat nya, terasa ada kontak batin antara aku dengan makam tersebut. Ku pegang nisan yang terbuat dari kayu itu. Ku perhatikan, nampak terlihat beberapa tulisan dalam bahasa arab gundul(tulisan arab yang tidak ada tanda bacanya)

Aku berusaha untuk membaca tulisan arab itu, tapi aku tetap tidak bisa membacanya. Aku berspekulasi, mungkin itu namanya. Ku arahkan pandangan ku ke arah sisi nisan yang lain. Ku lihat ada tulisan arab lagi yang sepertinya menjelaskan tentang tanggal lahir dan tanggal wafatnya si ahli kubur yaitu 1911-1943. Kalau aku hitung, si ahli kubur meninggal pada usia 32 tahun.

Semakin aku dekati dan kuperhatikan makam itu, semakin kuat rasa ketertarikan batin ku dengan makam tersebut, tetapi apa daya, aku tetap tidak tahu, jazad siapa sebenarnya yang bersemayam di dalam makam ini.

Perhatian ku lantas beralih ketika teman ku memanggil. Ia bertanya kepada ku, mengapa aku mendekati makam tersebut, aku pun lantas menjelaskan tentang ketertarikan ku dengan makam tersebut. Lantas aku bertanya dengan sahabat kental ku yang satu ini, tentang sebenarnya siapa gerangan ahli kubur yang ada di makam tadi, tetapi dia tidak mengetahui juga tentang riwayat atau sejarah makam tadi. Dia berpendapat, mungkin makam tersebuat adalah makam seorang petinggi kerajaan Sriwijaya. Sejenak q terdiam mendengar penjelasan dari nya, lalu kami melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, kami melewati bangunan kecil, yang terbuat dari kayu. Di depannya terdapat plang yang menjelaskan tentang siapa yang di makamkan di dalamnya dan apa jabatan semasa hidupnya.

Lelah berkeliling, lantas kami mencari tempat beristirahat, aku melihat sebuah gapura yang terbuat dari susunan batu bata bergaya kerajaan jaman dulu. Kami memutuskan untuk beristirahat diatas dinding gapura itu. Sembari duduk, kami melihat ke arah pelabuhan boom baru. Maklumlah jarak antara pemakaman kerajaan dengan pelabuhan begitu dekat, hanya dipisahkan oleh jalan beraspal dan tembok.

Teman ku menunjuk ke arah pelabuhan, dia menjelaskan, dulu nya makam-makam yang ada di areal ini sebenarnya berada di areal pelabuhan. Posisi makam waktu itu pun sembarang tempatnya. Lalu ada seorang dermawan yang mendanai dan memindahkan seluruh kuburan yang tempatnya sembarang tersebut. Nampaklah sekarang menjadi tempat pemakaman yang teratur posisinya.

Karena Hari sudah semakin senja, akhirnya kami putuskan untuk pulang.
Dalam perjalan pulang sampai mau tidur pun, aku masih terbayang-bayang dengan makam yang ku jumpai siang tadi. Rasa keinginan tahu semakin tinggi, tapi apa daya, aku tidak punya banyak informasi tentang makam tersebut. Lelah bepikir, akhirnya aku tertidur.

Satu minggu kemudian, aku pergi lagi kerumah teman ku. Seperti biasa, aku langsung mengajak teman ku untuk pergi menuju pemakaman kerajaan Sriwijaya, untung nya teman ku tidak menolak ajakan ku. Kali ini, ketika masuk ke arel pemakaman, aku langsung melangkahkan kaki ku menuju makam yang ku maksud, sedangkan teman ku sedang sibuk mengambil buah untuk camilan.

Kudekati makam itu, semakin lama aku berdiam diri didekat makam, semakin ku rasakan suatu ketenangan sampai teman ku memanggil ku pun tidak terlalu ku dengar. Ku tengadahkan ke dua telapak tangan, sambil membaca do'a supaya si ahli kubur bisa tenang di alam sana dan di bebaskan dari siksa kubur walaupun sebenarnya, aku tidak tahu siapa yang bersemayam di dalam makam ini.

Apa mungkin, si ahli kubur telah mendapatkan nikmat kubur, sampai-sampai, orang yang masih hidup saja yang berada di dekat makam nya bisa merasakan suatu ketenangan batin...? Entahlah.. Q juga kurang paham akan hal tersebut.

Mulai saat itu, hampir setiap minggu bahkan pernah sampai seminggu dua kali, aku berziarah ke makam tersebut. Seperti biasa, aku datang untuk mendo'a kan si ahli kubur lalu berdiam diri di sampingnya.

Hal tersebut sudah terbiasa ku lakukan sampai kelas 3 SMA semester 1.
Sampai pada kelas 3 SMA semester 2, aku sudah jarang berkunjung ke sana untuk berziarah. Itu dikarenakan, padat nya kegiatan yang ada di sekolah. Sampai 2 tahun lulus dari SMA pun q sudah tidak lagi berziarah ke makam tersebut.

Ketika pada suatu hari, aku bingung, hari minggu ini akan ku
isi dengan kegiatan apa.., akhirnya, ku putuskan untuk bertandang ke rumah paman ku. Setiba sampai di rumah nya, aku di sambut dengan ramah. Sebenarnya, aku tidak punya kepentingan ke sana, tapi setidaknya, aku bisa berbincang-bincang dengan paman ku ini. Awalnya, kami bercerita tentang keluarga, kegiatan waktu aku masih SMA dulu. Sampai, tak sengaja, terbersit ingatan tentang kebiasaan ku dulu menziarahi sebuah makam di areal pemakaman kerajaan sriwijaya. Ku ceritakan semua kejadian tersebut kepada paman ku. Ia agak begitu terkejut mendengar cerita tersebut. Setelah mendengar seluruh cerita yang kujelaskan. Ia memejamkan mata lalu berkonsentrasi. Sejenak suasana menjadi hening. Akupun heran, mengapa suasana menjadi sesunyi ini. Setelah beberapa lama kemudian, paman ku menjelaskan, bahwa sebenarnya makam tersebut milik seorang Puteri yang bernama NUR SHIVA. Dia merupakan anak dari raja kerajaan Sriwijaya. Dia meninggal dikarenakan sakit dan tutup usia pada umur 16 tahun...

Aku tercengang mendengarnya. Apa benar yang di katakan oleh paman ku itu atau hanyalah bualan belaka. Betapa tidak, aku sendiri saja yang sering berkunjung ke makam itu, tidak pernah tau siapa identitas yang sebenarnya tentang makam tersebut. Malah paman ku menerangkan semuanya dengan jelas dan detail. Heran aku dibuatnya.
Akupun langsung bertanya kepada paman ku, mengapa ia bisa tau sedetail itu. Paman menerangkan bahwa, ia bisa melihatnya melalui mata batin yang ia miliki.
Aku masih tidak begitu saja percaya dengan perkataan paman ku. Setidaknya butuh bukti kuat agar aku bisa menerima penjelasan dari paman ku.

Rupanya paman ku tahu bahwa aku tidak begitu saja percaya dengan perkataan nya. Lalu ia menyuruhku untuk memejamkan mata sambil membaca do'a.
Ketika aku memejamkan mata dan berkonsentrasi tinggi, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang datang menghampiriku. Lama kelamanan, sesuatu tersebut semakin jelas. Ketika aku membuka mata ku, aku terkejut sekaligus kagum dan terkesima. Betapa tidak, dihadapan kami sekarang, berdiri seorang putri yang sangat cantik. Sekian banyak wanita yang ku temui, tapi yang satu ini tidak pernah kutemui sebelumnya.

Paras nya cantik, kulitnya putih bersih, memakai stagen(pakaian berwarna hitam seperti di film-film kolosal di tv), memakai mahkota yang terbuat dari emas dan di hiasi batu permata berwarna merah. Kain batik berwarna coklat menutupi bagian pinggang hingga kaki. Tak lupa selembar kain selendang berwarna hijau muda(yang merupakan warna khas Surga) melilit di pinggang nya. Di bagian leher terdapat kalung berbentuk khas kerajaan yang terbuat dari emas.

Sifat nya pun tidak kalah bagus dengan paras nya, terbukti, ketika ia memberi salam kepada ku dengan sopan santun ala kerajaan zaman dulu. Sejak aku lahir sampai sekarang, belum ada wanita yang secantik dan sesopan dia. Aku di buat takjub olehnya, sampai-sampai aku tidak bisa berkata-kata di hadapan nya. Aku hanya diam membisu.
Lantas paman ku bertanya kepadaku, apakah aku sudah melihatnya..? Ku katakan "ya..!!" .

Dengan sedikit keberanian. Ku katakan kepada paman ku. Betapa cantiknya Nur Shiva. Pamanku tersenyum mendengar nya. Lalu paman ku bertanya kepada Nur Shiva yang masih berada di hadapan kami. Apakah benar aku dulunya sering mengunjungi/berziarah kemakam nya. Nur Shiva membenarkan pertanyaan yang di ajukan paman ku. Lantas Nur Shiva melanjutkan perkataan nya dan berkata kepada ku " wajah mas tampan ya..! Aku tau, kalau dulu mas sering berziarah ke makam ku dan mendo'a kan q. Terima kasih, selama ini, mas telah menziarahi makam ku. Andaikan aku masih hidup atau dalam satu masa, aku mau dengan mas... Sangat disayangkan, kita berbeda alam dan berbeda masa..."
pipi ku memerah ketika mendengar perkataannya.

Setelah berbincang-bincang lama antara Nur Shiva dengan kami, akhirnya, dia pun pergi.
Sepulang dari rumah pamanku, wajah Nur Shiva masih terbayang-bayang di mataku. Hingga akhirnya, kuputuskan untuk menziarahinya lagi.
Sekitar empat hari kemudian, aku bersama temanku berziarah ke makam Nur Shiva. Tidak ada yang berubah kondisi makam tersebut, nampak masih terawat, walau sudah lebih dari tiga tahun, aku tidak menziarahinya lagi .Ku perhatikan bagian nisan yang menjelaskan tahun lahir dan wafatnya. Walaupun dalam bahasa arab, aku bisa membacanya, yaitu 1911-1943. Ketika aku melihat tahun tersebut, muncul tanda tanya besar di kepala ini. Betapa tidak, bukan nya kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad 16 sampai 17-an. Sedangkan tahun yang ada di nisan tersebut menunjukan abad ke 19.

Dalam hati bertanya, apakah benar, ini adalah makam nya Nur Shiva yang dulu nya sering ku kunjungi...?
Setelah berziarah, akupun pulang. Keesokan harinya, aku pun pergi ke rumah paman. Sesampainya di sana, aku bertanya, kenapa tahun yang tertulis di nisan menunjukkan pada abad ke 19, bukan nya kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar pada abad ke 16. Jadi sebenarnya itu makam NUR SHIVA atau makam orang lain.

Lantas, Pamanku menjelaskan bahwa, memang benar itu makam milik NUR SHIVA. Makam Nur Shiva berada di bagian paling bawah. Dulunya itu memang benar makam nya, tetapi, di timpa oleh dua makam lagi yang keduanya merupakan masih sanak keluarga dari Nur Shiva dan yang membuat mu tertarik bukan nya makam tersebut, melainkan Nur Shiva itu sendiri. Mungkin kalian sama-sama lajang. Jadinya antara kalian berdua terjalin kontak batin layaknya sepasang muda mudi, yang berbeda, hanyalah alamnya saja. Begitu penjelasan yang diberikan oleh paman kepada ku....

Aku jadi mengerti, tentang alasan, mengapa aku bisa tertarik dengan makam tersebut.
Semenjak aku bertemu dengan NUR SHIVA. Terkadang aku menziarahi makam nya walau tidak sesering dulu.
-----

Sedikit untaian kata hati....

Ya Allah, mengapa enkau pertemukan kami dengan jalan ini. Apakah Engkau ingin menunjukkan kuasa dan kebesaran-Mu. Aku berharap, jikalau, di surga nanti, aku ingin di persatukan dengannya..

-------------------------------------------------------------------------------------------



Original posting by http://kamar-bujang.blogspot.com

Penulis: Adi hidayat